Pages

Rabu, 28 November 2012

Share ya^^

Hai sahabat blogger^^ kali ini saya akan post karya saya, ya meskipun tidak ada kaitannya dengan DOSETA hehe hanya ingin menambah pengetahuan. Ini sebenarnya karya saya waktu SMP buat lomba yang kaitannya dengan hari Kartini. oke ini dia~^^

“PERAN KARTINI MODERN DI ERA GLOBALISASI”
Oleh:
 Putriyanti Mahardika

 R.A.Kartini lahir di desa Mayong, Kabupaten Jepara pada tanggal 21 April 1879. R.A. Kartini adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara yang termasuk dalam kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Dari sinilah Kartini kecil sudah merasakan diskriminasi antara kaum perempuan dan laki-laki. Menurut Kartini, wanita Indonesia harus mendapat pendidikan yang sejajar dengan kaum pria, karena kelak seorang wanita akan menjadi seorang ibu. Seorang ibu haruslah bisa mendidik  anak-anaknya, tapi bagaimana anak-anaknya bisa terdidik kalau ibu yang mengasuhnya hanyalah seorang ibu yang tidak berpendidikan atau bodoh?. Oleh karena itu seorang wanita yang akan menjadi ibu haruslah seorang yang terdidik pula, yaitu mempunyai pandangan luas, dapat membaca dan menulis agar bisa mendidik anak-anaknya menjadi putra-putri bangsa yang memiliki pola pikiran yang membangun. Dalam ruang yang lebih luas, seorang anak akan dituntun oleh orang tua untuk bertindak dan bersikap sesuai dengan tatanan sosial yang ada dalam suatu kelompok, masyarakat dan negara. Cita-cita itulah yang sekarang sudah terwujud dan dapat dirasakan hasilnya oleh kaum perempuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa wanita adalah pendidik utama dalam kehidupan setiap orang. Di era globalisasi ini para wanita mempunyai kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Dari mulai kebebasan untuk bermain di manapun yang dia sukai. Sebagai contoh anak-anak remaja wanita sekarang bebas bermain di mana pun tempat yang mereka anggap itu menyenangkan .

               Era globalisasi merupakan masa dimana kita memasuki komunitas baru secara menglobal yaitu suatu proses masuknya keruang lingkup dunia(KBBI.2002). Sudah tidak ada lagi batasan yang menyekat dengan negara-negara lain di dunia. Di era globalisasi sekarang ini, dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang hingga ke pelosok terpencil. Peran wanita semakin dibutuhkan dalam mendidik anak-anaknya agar dapat menjadi generasi penerus yang berguna bagi dirinya, keluarga, nusa dan bangsa Wanita dituntut memiliki pendidikan yang tinggi serta wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam rangka mendidik anak agar menjadi generasi muda yang berguna kelak. Wanita perlu mengetahui segala jenis aspek dalam kehidupan manusia.

               Jika dulu peran wanita adalah sebagai orang yang memperjuangkan hak-hak kaumnya, apakah peranan wanita di dalam era globalisasi yang modern ini?. Saat ini banyak ”Kartini’ yang berperan aktif dalam semua profesi / bidang usaha yang dulu merupakan hak bagi kaum pria, sekarang sudah bisa dinikmati atau diduduki perempuan. Hak perempuan yang dulu diperjuangkan oleh Kartini untuk bekerja secara profesional diberbagai bidang kehidupan saat ini sudah bisa dikatakan sejajar dengan kaum pria. Telah banyak perempuan yang memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemampuan mereka dalam menyamakan hak dan kedudukan dalam bermasyarakat akan menumbuhkan kesadaran kaum laki-laki untuk menghargai kehadiran perempuan, bukan lagi sebagai makhluk yang lemah atau terbelakang.
              
               Kemampuan mengembangkan diri berarti kemampuan mengembangkan sifat/sikap positif yang ada dalam diri seseorang. Pengembangan sifat/ sikap positif dalam diri seseorang, dapat dilihat dari segi kepribadian maupun intelektualitas.
Dalam era ini, pengembangan diri kaum perempuan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sehingga dapat membentuk pribadi yang mandiri.

               Menurut Susi, salah seorang guru wanita di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Denpasar, peranan wanita dalam era globalisasi ini sangat banyak. Banyak pekerjaan yang dilakukan oleh wanita sekarang ini sama dengan pekerjaan kaum pria contohnya, jika dulu seorang pemimpin haruslah pria, maka sekarang wanita pun bisa menjadi pemimpin. Buktinya, banyak wanita yang menjadi kepala desa, camat, bahkan menjadi pejabat. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh wanita selain menjadi Ibu Rumah Tangga. Wanita pun dapat melakukan hal-hal atau pekerjaan-pekerjaan yang sama dengan pria, namun tetap dalam batasan-batasan yang pantas. Maksudnya, tetap ada pekerjaan atau hal-hal yang dilakukan kaum adam yang tidak bisa digantikan posisinya oleh wanita. Contohnya sebagai kepala keluarga. Meskipun dalam pekerjaannya seorang wanita menjadi kepala daerah atau berpenghasilan lebih tinggi dari suaminya, di dalam keluarga sang suami tetaplah menjadi kepala keluarga. Karena wanita diciptakan untuk melayani suaminya. Tetapi dalam hal mendidik anak-anaknya, hak dan kewajiban keduanya adalah sama. Wanita cerdaslah yang menentukan masa depan generasi penerus bangsa yang bermoral dan berilmu. Tanpa wanita cerdas, maka suatu generasi hanyalah generasi penerus yang merusak dan menghancurkan negara. Jadi, sebagai wanita perlu belajar dan terus belajar mengenai dunia beserta sistem di dalamnya.

               Banyak perempuan di era globalisasi yang mampu berkerja seperti layaknya seorang laki-laki,berikut adalah contoh-contohnya :

Ibu Megawati Soekarno Putri
Ketua umum PDIP/mantan Presiden RI
Ibu Megawati adalah salah satu contoh nyata dari terwujudnya emansipasi kaum wanita yang tidak dijajah kaum pria sejak dulu, dan dijadikan sangkar madu. Ibu Megawati telah membuat para pria tekuk lutut di bawah kening kepemimpinannya. Ibu Megawati pernah menjadi presiden republik Indonesia. Satu-satunya presiden pertama wanita, dan namanya akan terukir dalam sejarah bangsa.

Kak Eva Rahma
Si Penguji Motor
Penguji motor adalah pekerjaan yang dianggap tidak pantas untuk wantia, tapi buktinya wantiapun bisa melakukannya yaitu Kak Eva. Pekerjaan yang betul-betul unik apalagi untuk seorang perempuan. Kak Eva adalah seorang penguji kelayakan motor di sebuah pabrik motor.Pekerjaan Kak Eva ini super penting sebab menyangkut masalah keselamatan dan kenyamanan pengendara. Karena itu, setidaknya seorang penguji motor harus mengerti mesin motor. Padahal biasanya yang mengerti soal mesin kebanyakan laki-laki. Tapi Kak Eva mampu membuktikan kalau perempuan juga bisa.

Ibu R.R. Herawati S.
Pramudi Bus Transjakarta
Perempuan mengemudikan mobil adalah hal biasa. Tapi bila seorang wanita mengemudikan Bus Transjakarta?. Sebenarnya biasa saja tetapi ukuran bus lebih panjang. Bu Herawati adalah salah satu pramudi perempuan. Pramudi adalah sebutan bagi pengemudi bus yang melaju di bus way. Bu Herawati senang bekerja sebagai pramudi Transjakarta meskipun banyak yang belum bisa melihat perempuan mengemudikan bus.

Kak Desi Fitriani
Reporter Daerah Konflik
Kak Desi ini reporter yang sering meliput daerah-daerah yang sedang mengalami konflik, seperti Aceh, Poso, dan di Timor-Timur. Kak Desi bilang, reporter perempuan di daerah konflik sering dianggap tidak biasa. Padahal perempuan pandai menyesuaikan diri dengan keadaan dan masyarakat yang diliputnya biasanya mereka lebih terbuka pada reporter perempuan. Selain itu, liputan dari reporter perempuan biasanya lebih mendalam. Kata Kak Desi, ”Perjuangan Kartini tidak sia-sia. Sekarang pekerjaan perempuan beragam contohnya reporter”.

Ibu Susi Pudjiastuti
Pengusaha Hasil Laut/Pebisnis
Perempuan ini mengaku asli Jawa, wajar jika berbahasa Jawa. Namun karena bertahun-tahun bertempat tinggal dan membangun bisnis di pantai Pangandaran, ia juga luwes berbahasa Sunda. Lantaran puluhan tahun melayani pelanggannya di manca negara, dan ia sering terbang ke sana dengan pesawatnya sendiri, ia pun bercakap bahasa Inggris seolah berlidah bule. Rasanya nyaris mustahil hal itu terjadi jika kita tahu masa lalunya, karena ia “cuma” lulusan SMP dan “hanya” bakul ikan laut. Wanita berkulit gelap eksotis itu bernama Susi Pudjiastuti. Bu Susi Pujiastuti adalah seorang perempuan pebisnis, yang membangun bisnisnya dari nol, sehingga menjadi perusahaan pengekspor hasil laut segar (lobster, tuna, udang, kakap) kelas kakap di Indonesia dengan nilai ekspor puluhan juta USD.

               Tiga perempuan hebat di Kabinet yang diberinya nama Kabinet Indonesia Bersatu tahun 2004-2009:

Ibu Dr. Marie Elka Pangestu
Menteri Perdagangan
Perempuan hebat yang kedua adalah Ibu Marie Elka Pangestu. Merintis dari bawah untuk membangun Departemen Perdagangan Sebelumnya, perdagangan masuk dalam Departemen Perindustrian dengan nama Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Cita-cita SBY untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia membuat departemen ini kemudian dipecah.Hasilnya cukup lumayan. Meskipun krisis mengharuskan Ibu Marie mencari pasar-pasar baru nontradisional Indonesia di luar Amerika Serikat dan Eropa. Peningkatan volume perdangangan Indonesia dengan China adalah salah satu contoh suksesnya. Menjadikan dirinya dan barang-barang yang dikenakannya sebagai ajang promosi, Ibu Marie selalu mengenakan kain-kain tradisional Indonesia yang ribuan jenisnya ke mana dan di mana pun berada. Di antara anggota kabinet, koleksi kain tradisional Marie mungkin yang terbanyak.

Ibu Siti Fadilah Supari
Menteri Kesehatan
Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Ibu Siti menggebrak lewat keengganannya untuk tunduk pada hegemoni negara maju. Kasus sampel virus flu burung  (H5N1)  di Indonesia melejitkan namanya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Keberaniannya mendapat apresiasi dunia internasional setidaknya di majalah The Economist, 2006. Sebelum menjadi menteri, Ibu Siti memang jarang terdengar dan terlihat kiprahnya di mata publik. Karena itu, ketika pada tengah malam 20 Oktober 2004 namanya disebutkan sebagai Menteri Kesehatan, mencari foto profilnya adalah pekerjaan yang melelahkan. Meskipun demikian, Ibu Siti yang senang disanggul ini ternyata mempunyai kiprah yang mencengangkan dan membanggakan saat diberi kepercayaan.

Ibu Dr. Meutia Farida Hatta Swasono
Menteri Pemberdayaan Perempuan
Pos yang diisinya adalah pos yang memang selalu diisi perempuan dan sudah seperti keharusan. Namun, di pos yang biasa di Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan itu, Ibu Meutia tampil luar biasa. Ibu Meutia berbicara lantang menentang ketika muncul heboh poligami yang dilakukan dai kondang langganan istana. Suara yang sama lantangnya diserukan ketika ia ingin melindungi perempuan dan anak-anak dari pornografi. Kesantunannya dalam bertutur kata tidak mengurangi kelantangan sikapnya.
               Selain hebat dalam tugas dan tangung jawab yang diembannya di kabinet, tiga perempuan itu pasti juga hebat sebagai ibu rumah tangga. Laki-laki hebat sudah biasa karena pasti disokong perempuan tangguh di belakangnya. Akan tetapi, kalau perempuan hebat? ,Itu karena memang perempuan itu sudah pasti hebat dari asalnya.

               Dengan tidak adanya diskri-minasi, berarti membuka peluang perempuan untuk terus maju dan berkembang. Semangat untuk terus maju dan berkembang inilah yang dicita-citakan Kartini. Sehingga semangat emansipasi yang dicetuskan tidak sia-sia.Jika kita mau menjadi seperti perempuan hebat seperti contoh di atas, berusahalah dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam mencapai cita-cita seperti, emansipasi yang dicetuskan oleh Kartini. Yang merupakan gerakan pembebasan kaum wanita dari kungkungan sistem nilai budaya timur menuju sistem pemikiran kesetaraan gender yang merupakan pengaruh dari sistem pemikiran negara barat. Kesetaraan gender sangatlah penting untuk menyamakan kedudukan dan peranan kaum perempuan di mata dunia, sehingga tidak ada lagi diskriminasi.
Dilihat dari contoh-contoh di atas, bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar di era globalisasi. Bahkan kita pernah mempunyai presiden seorang wanita yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri. Hal ini membuktikan bahwa seiring berjalannya waktu dan arus globalisasi yang semakin meluas dan berpengaruh, tidak cukup hanya dengan tenaga pria, tapi dibutuhkan juga tenaga wanita. Wanita ada untuk membantu dan melengkapi apa yang terkadang tidak bisa dilakukan oleh pria juga untuk membuktikan bahwa wanita bisa berkreasi dan bekerja layaknya seorang pria, tetapi semua itu tetap dibatasi dalam batasan yang wajar. Sebagai kaum wanita, harus bisa menunjukan kemampuannya baik dalam keluarga, juga di dalam kehidupan masyarakat. Karena umumnya wanita itu lebih teliti, rapi, cermat, dan penuh perhitungan dalam segala hal.
Tetaplah berpegang teguh pada pendirian, terus semangat dalam menjalani hidup ini agar hidupmu berada di jalan yang benar. Bangiktlah wanita Indonesia!! Tunjukanlah kemampuanmu!!

0 komentar:

Posting Komentar