“PERAN KARTINI MODERN DI ERA GLOBALISASI”
Oleh:
Putriyanti Mahardika
R.A.Kartini
lahir di desa Mayong, Kabupaten Jepara pada tanggal 21 April 1879. R.A. Kartini
adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara yang
termasuk dalam kalangan priyayi atau
kelas bangsawan Jawa. Dari sinilah Kartini kecil sudah merasakan diskriminasi
antara kaum perempuan dan laki-laki. Menurut Kartini, wanita Indonesia harus
mendapat pendidikan yang sejajar dengan kaum pria, karena kelak seorang wanita akan
menjadi seorang ibu. Seorang ibu haruslah bisa mendidik anak-anaknya, tapi bagaimana anak-anaknya bisa
terdidik kalau ibu yang mengasuhnya hanyalah seorang ibu yang tidak
berpendidikan atau bodoh?. Oleh karena itu seorang wanita yang akan menjadi ibu
haruslah seorang yang terdidik pula, yaitu mempunyai pandangan luas, dapat
membaca dan menulis agar bisa mendidik anak-anaknya menjadi putra-putri bangsa
yang memiliki pola pikiran yang membangun. Dalam
ruang yang lebih luas, seorang anak akan dituntun oleh orang tua untuk
bertindak dan bersikap sesuai dengan tatanan sosial yang ada dalam suatu
kelompok, masyarakat dan negara. Cita-cita itulah yang sekarang sudah
terwujud dan dapat dirasakan hasilnya oleh kaum perempuan. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa wanita adalah pendidik utama dalam kehidupan setiap orang. Di era globalisasi ini para wanita mempunyai kebebasan untuk menentukan
jalan hidupnya sendiri. Dari mulai kebebasan untuk bermain di manapun yang dia
sukai. Sebagai contoh anak-anak remaja wanita sekarang bebas bermain di mana
pun tempat yang mereka anggap itu menyenangkan .
Era
globalisasi merupakan masa dimana kita memasuki komunitas baru secara menglobal
yaitu suatu proses masuknya keruang lingkup dunia(KBBI.2002). Sudah tidak ada
lagi batasan yang menyekat dengan negara-negara lain di dunia. Di era globalisasi sekarang ini, dimana
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang hingga ke pelosok
terpencil. Peran wanita semakin dibutuhkan dalam mendidik anak-anaknya agar
dapat menjadi generasi penerus yang berguna bagi dirinya, keluarga, nusa dan
bangsa Wanita dituntut memiliki
pendidikan yang tinggi serta wawasan ilmu pengetahuan yang luas dalam rangka
mendidik anak agar menjadi generasi muda yang berguna kelak. Wanita perlu
mengetahui segala jenis aspek dalam kehidupan manusia.
Jika
dulu peran wanita adalah sebagai orang yang memperjuangkan hak-hak kaumnya,
apakah peranan wanita di dalam era globalisasi yang modern ini?. Saat ini
banyak ”Kartini’ yang berperan aktif dalam semua profesi / bidang usaha yang
dulu merupakan hak bagi kaum pria, sekarang sudah bisa dinikmati atau diduduki
perempuan. Hak perempuan yang dulu diperjuangkan oleh Kartini untuk bekerja
secara profesional diberbagai bidang kehidupan saat ini sudah bisa dikatakan
sejajar dengan kaum pria. Telah banyak perempuan yang memegang peranan penting
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemampuan mereka dalam menyamakan hak
dan kedudukan dalam bermasyarakat akan menumbuhkan kesadaran kaum laki-laki untuk
menghargai kehadiran perempuan, bukan lagi sebagai makhluk yang lemah atau
terbelakang.
Kemampuan
mengembangkan diri berarti kemampuan mengembangkan sifat/sikap positif yang ada
dalam diri seseorang. Pengembangan sifat/ sikap positif dalam diri seseorang,
dapat dilihat dari segi kepribadian maupun intelektualitas.
Dalam era ini, pengembangan diri kaum perempuan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sehingga dapat membentuk pribadi yang mandiri.
Dalam era ini, pengembangan diri kaum perempuan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sehingga dapat membentuk pribadi yang mandiri.
Menurut
Susi, salah seorang guru wanita di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu
Denpasar, peranan wanita dalam era globalisasi ini sangat banyak. Banyak
pekerjaan yang dilakukan oleh wanita sekarang ini sama dengan pekerjaan kaum
pria contohnya, jika dulu seorang pemimpin haruslah pria, maka sekarang wanita
pun bisa menjadi pemimpin. Buktinya, banyak wanita yang menjadi kepala desa, camat,
bahkan menjadi pejabat. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh wanita selain
menjadi Ibu Rumah Tangga. Wanita pun dapat melakukan hal-hal atau
pekerjaan-pekerjaan yang sama dengan pria, namun tetap dalam batasan-batasan
yang pantas. Maksudnya, tetap ada pekerjaan atau hal-hal yang dilakukan kaum
adam yang tidak bisa digantikan posisinya oleh wanita. Contohnya sebagai kepala
keluarga. Meskipun dalam pekerjaannya seorang wanita menjadi kepala daerah atau
berpenghasilan lebih tinggi dari suaminya, di dalam keluarga sang suami
tetaplah menjadi kepala keluarga. Karena wanita diciptakan untuk melayani
suaminya. Tetapi dalam hal mendidik anak-anaknya, hak dan kewajiban keduanya
adalah sama. Wanita
cerdaslah yang menentukan masa depan generasi penerus bangsa yang bermoral dan
berilmu. Tanpa wanita cerdas, maka suatu generasi hanyalah generasi penerus
yang merusak dan menghancurkan negara. Jadi, sebagai wanita perlu belajar dan
terus belajar mengenai dunia beserta sistem di dalamnya.
Banyak
perempuan di era globalisasi yang mampu berkerja seperti layaknya seorang
laki-laki,berikut adalah contoh-contohnya :
Ibu Megawati Soekarno Putri
Ketua umum PDIP/mantan Presiden RI
Ibu Megawati adalah salah satu contoh
nyata dari terwujudnya emansipasi kaum wanita yang tidak dijajah kaum pria
sejak dulu, dan dijadikan sangkar madu. Ibu Megawati telah membuat para pria
tekuk lutut di bawah kening kepemimpinannya. Ibu Megawati pernah menjadi presiden republik
Indonesia. Satu-satunya presiden pertama wanita, dan namanya akan terukir dalam
sejarah bangsa.
Kak Eva Rahma
Si Penguji Motor
Penguji motor adalah pekerjaan yang
dianggap tidak pantas untuk wantia, tapi buktinya wantiapun bisa melakukannya
yaitu Kak Eva. Pekerjaan yang betul-betul unik apalagi untuk seorang perempuan.
Kak Eva adalah seorang penguji kelayakan motor di sebuah pabrik motor.Pekerjaan
Kak Eva ini super penting sebab menyangkut masalah keselamatan dan kenyamanan
pengendara. Karena itu, setidaknya seorang penguji motor harus mengerti mesin
motor. Padahal biasanya yang mengerti soal mesin kebanyakan laki-laki. Tapi Kak
Eva mampu membuktikan kalau perempuan juga bisa.
Ibu R.R. Herawati S.
Pramudi Bus Transjakarta
Perempuan mengemudikan mobil adalah hal
biasa. Tapi bila seorang wanita mengemudikan Bus Transjakarta?. Sebenarnya
biasa saja tetapi ukuran bus lebih panjang. Bu Herawati adalah salah satu
pramudi perempuan. Pramudi adalah sebutan bagi pengemudi bus yang melaju di bus
way. Bu Herawati senang bekerja sebagai pramudi Transjakarta meskipun banyak
yang belum bisa melihat perempuan mengemudikan bus.
Kak Desi Fitriani
Reporter Daerah Konflik
Kak Desi ini reporter yang sering meliput
daerah-daerah yang sedang mengalami konflik, seperti Aceh, Poso, dan di
Timor-Timur. Kak Desi bilang, reporter perempuan di daerah konflik sering
dianggap tidak biasa. Padahal perempuan pandai menyesuaikan diri dengan keadaan
dan masyarakat yang diliputnya biasanya mereka lebih terbuka pada reporter
perempuan. Selain itu, liputan dari reporter perempuan biasanya lebih mendalam.
Kata Kak Desi, ”Perjuangan Kartini tidak sia-sia. Sekarang pekerjaan perempuan
beragam contohnya reporter”.
Ibu Susi Pudjiastuti
Pengusaha Hasil Laut/Pebisnis
Perempuan ini mengaku asli Jawa, wajar
jika berbahasa Jawa. Namun karena bertahun-tahun bertempat tinggal dan
membangun bisnis di pantai Pangandaran, ia juga luwes berbahasa Sunda. Lantaran
puluhan tahun melayani pelanggannya di manca negara, dan ia sering terbang ke
sana dengan pesawatnya sendiri, ia pun bercakap bahasa Inggris seolah berlidah
bule. Rasanya nyaris mustahil hal itu terjadi jika kita tahu masa lalunya,
karena ia “cuma” lulusan SMP dan “hanya” bakul ikan laut. Wanita berkulit gelap
eksotis itu bernama Susi Pudjiastuti. Bu Susi Pujiastuti adalah seorang
perempuan pebisnis, yang membangun bisnisnya dari nol, sehingga menjadi
perusahaan pengekspor hasil laut segar (lobster, tuna, udang, kakap) kelas
kakap di Indonesia dengan nilai ekspor puluhan juta USD.
Tiga
perempuan hebat di Kabinet yang diberinya nama Kabinet Indonesia Bersatu tahun
2004-2009:
Ibu Dr. Marie Elka Pangestu
Menteri Perdagangan
Perempuan hebat yang kedua adalah Ibu
Marie Elka Pangestu. Merintis dari bawah untuk membangun Departemen Perdagangan
Sebelumnya, perdagangan masuk dalam Departemen Perindustrian dengan nama
Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Cita-cita SBY untuk meningkatkan
nilai perdagangan Indonesia membuat departemen ini kemudian dipecah.Hasilnya
cukup lumayan. Meskipun krisis mengharuskan Ibu Marie mencari pasar-pasar baru
nontradisional Indonesia di luar Amerika Serikat dan Eropa. Peningkatan volume perdangangan Indonesia
dengan China
adalah salah satu contoh suksesnya. Menjadikan dirinya dan barang-barang yang dikenakannya sebagai ajang
promosi, Ibu Marie selalu mengenakan kain-kain tradisional Indonesia yang
ribuan jenisnya ke mana dan di mana pun berada. Di antara anggota kabinet,
koleksi kain tradisional Marie mungkin yang terbanyak.
Ibu Siti Fadilah Supari
Menteri Kesehatan
Selama menjabat sebagai Menteri Kesehatan,
Ibu Siti menggebrak lewat keengganannya untuk tunduk pada hegemoni negara maju.
Kasus sampel virus flu burung (H5N1)
di Indonesia melejitkan namanya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga
di dunia internasional. Keberaniannya mendapat apresiasi dunia internasional
setidaknya di majalah The Economist, 2006. Sebelum menjadi menteri, Ibu Siti
memang jarang terdengar dan terlihat kiprahnya di mata publik. Karena itu,
ketika pada tengah malam 20 Oktober 2004 namanya disebutkan sebagai Menteri
Kesehatan, mencari foto profilnya adalah pekerjaan yang melelahkan. Meskipun
demikian, Ibu Siti yang senang disanggul ini ternyata mempunyai kiprah yang
mencengangkan dan membanggakan saat diberi kepercayaan.
Ibu Dr. Meutia Farida Hatta Swasono
Menteri Pemberdayaan Perempuan
Pos yang diisinya adalah pos yang memang
selalu diisi perempuan dan sudah seperti keharusan. Namun, di pos yang biasa di
Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan itu, Ibu Meutia tampil luar biasa. Ibu
Meutia berbicara lantang menentang ketika muncul heboh poligami yang dilakukan
dai kondang langganan istana. Suara yang sama lantangnya diserukan ketika ia
ingin melindungi perempuan dan anak-anak dari pornografi. Kesantunannya dalam
bertutur kata tidak mengurangi kelantangan sikapnya.
Selain
hebat dalam tugas dan tangung jawab yang diembannya di kabinet, tiga perempuan
itu pasti juga hebat sebagai ibu rumah tangga. Laki-laki hebat sudah biasa
karena pasti disokong perempuan tangguh di belakangnya. Akan tetapi, kalau
perempuan hebat? ,Itu karena memang perempuan itu sudah pasti hebat dari
asalnya.
Dengan
tidak adanya diskri-minasi, berarti membuka peluang perempuan untuk terus maju
dan berkembang. Semangat untuk terus maju dan berkembang inilah yang
dicita-citakan Kartini. Sehingga semangat emansipasi yang dicetuskan tidak
sia-sia.Jika kita mau menjadi seperti perempuan hebat seperti contoh di atas,
berusahalah dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam mencapai
cita-cita seperti, emansipasi yang dicetuskan oleh Kartini. Yang merupakan
gerakan pembebasan kaum wanita dari kungkungan sistem nilai budaya timur menuju
sistem pemikiran kesetaraan gender yang merupakan pengaruh dari sistem
pemikiran negara barat. Kesetaraan gender sangatlah penting untuk menyamakan kedudukan
dan peranan kaum perempuan di mata dunia, sehingga tidak ada lagi diskriminasi.
Dilihat dari contoh-contoh di atas, bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar di era globalisasi. Bahkan kita pernah mempunyai presiden seorang wanita yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri. Hal ini membuktikan bahwa seiring berjalannya waktu dan arus globalisasi yang semakin meluas dan berpengaruh, tidak cukup hanya dengan tenaga pria, tapi dibutuhkan juga tenaga wanita. Wanita ada untuk membantu dan melengkapi apa yang terkadang tidak bisa dilakukan oleh pria juga untuk membuktikan bahwa wanita bisa berkreasi dan bekerja layaknya seorang pria, tetapi semua itu tetap dibatasi dalam batasan yang wajar. Sebagai kaum wanita, harus bisa menunjukan kemampuannya baik dalam keluarga, juga di dalam kehidupan masyarakat. Karena umumnya wanita itu lebih teliti, rapi, cermat, dan penuh perhitungan dalam segala hal.
Dilihat dari contoh-contoh di atas, bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar di era globalisasi. Bahkan kita pernah mempunyai presiden seorang wanita yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri. Hal ini membuktikan bahwa seiring berjalannya waktu dan arus globalisasi yang semakin meluas dan berpengaruh, tidak cukup hanya dengan tenaga pria, tapi dibutuhkan juga tenaga wanita. Wanita ada untuk membantu dan melengkapi apa yang terkadang tidak bisa dilakukan oleh pria juga untuk membuktikan bahwa wanita bisa berkreasi dan bekerja layaknya seorang pria, tetapi semua itu tetap dibatasi dalam batasan yang wajar. Sebagai kaum wanita, harus bisa menunjukan kemampuannya baik dalam keluarga, juga di dalam kehidupan masyarakat. Karena umumnya wanita itu lebih teliti, rapi, cermat, dan penuh perhitungan dalam segala hal.
Tetaplah berpegang teguh pada pendirian,
terus semangat dalam menjalani hidup ini agar hidupmu berada di jalan yang
benar. Bangiktlah wanita Indonesia!! Tunjukanlah kemampuanmu!!



0 komentar:
Posting Komentar